5 Rahasia Ampuh Cara Melupakan Mantan

Putus cinta, siapa yang menginginkan? Kehilangan orang yang disayangi tentu akan terasa menyakitkan, terutama bagi yang ditinggalkan. Beragam emosi negatif muncul dan butuh waktu yang berbeda-beda bagi setiap orang untuk pulih kembali. Ada yang sebulan, dua bulan, atau lebih lama. Seorang teman bahkan bercerita bahwa ia butuh waktu lebih dari 1 tahun untuk berhenti memikirkan mantannya. Sesulit itukah untuk move on?

Sebenarnya, ada banyak cara melupakan mantan pacar dan memutuskan ikatan emosional dengannya. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk move-on dari mantan:

  1. Berhenti menyalahkan diri sendiri

Merasa bahwa kegagalan ini adalah kesalahan anda? Riset dari Waller (2007) menyatakan bahwa rasa bersalah hanya membuat anda merasa tidak berharga, dan dampaknya anda akan mengalami kesulitan untuk move-on. Maka dari itu, berhentilah menyalahkan diri anda sendiri!

Kegagalan hubungan ini bukan kesalahan anda seorang, tetapi kesalahan kedua belah pihak.

Belajarlah untuk memaafkan diri sendiri dan mulai berpikir bahwa justru kegagalan ini memberikan kita sebuah pemahaman baru dalam berhubungan.

  1. Berhenti menghubungi mantan

Apapun alasannya, baik untuk sekedar menanyakan kabar, meminta maaf, dan berbagai alasan-alasan lainnya. Menghubungi mantan ketika anda baru putus tidak akan memberikan hasil yang positif. Jika anda berada dalam posisi yang diputuskan, bisa jadi mantan anda justru merasa terganggu dan semakin menjaga jarak dengan anda. Riset yang dilakukan oleh Sbarra dan Emery (2005) menemukan bahwa seseorang yang melakukan kontak dengan pasangannya – baik melalui telepon atau bertemu langsung – memiliki kesedihan yang lebih tinggi. Demikian juga ketika seseorang ditanya “Apa yang anda rasakan jika anda bertemu dengan mantan anda?” Orang tersebut melaporkan rasa kesedihan yang lebih tinggi dan signifikan. Jangan coba-coba untuk menghubungi mantan anda, kecuali jika anda sudah benar-benar move on karena tindakan tersebut dapat memperparah keadaan emosional anda.

  1. Hapus semua foto mantan

Hapus seluruh kenangan yang masih ada di ponsel atau gadget anda. Hapus semua fotonya yang anda simpan di ponsel anda. Hapus seluruh arsip SMS, chat, atau e-mail dari dia. Buang semua kenangan bersama dia. Riset yang dilakukan oleh Sas dan Whittaker (2013) menyarankan hal ini. Menyimpan jejak kenangan digital anda bersama si dia membuat anda rentan melihatnya kembali.  Hal ini akan mempersulit anda untuk melupakan sang mantan dan justru mengingatkan anda kembali dengan si dia. Anda akan semakin sulit untuk move on.

  1. Menyibukkan diri dalam aktivitas social

Rendahnya dukungan dari orang-orang di sekitar kita dapat memengaruhi keberhasilan kita untuk move-on. Sudahlah, keluar dari kamar anda dan tataplah dunia luar. Mulai libatkan diri dalam berbagai aktivitas sosial seperti organisasi kemahasiswaan, organisasi kerohanian, hobi, atau sekedar berkumpul bersama teman-teman. Hasil riset sendiri menyatakan bahwa kurangnya aktivitas sosial memiliki kaitan dengan stress yang lebih besar.

  1. Hargai diri anda

Ingat, anda masih layak untuk mendapatkan pasangan lainnya! Setelah putus cinta, biasanya seseorang akan merasa dirinya tidak berharga. Hal ini harus dihindari. Riset mengatakan, individu dengan harga diri yang lebih rendah akan lebih menderita ketika putus cinta dan lebih lama untuk move-on (Waller, 2007). Karena itu, hargailah diri anda. Lakukanlah lebih banyak kegiatan-kegiatan positif dan kembangkan bakat anda sehingga anda akan menjadi lebih bernilai dan siapa tahu, pada suatu hari justru ia akan menyesal memutuskan hubungan dengan anda karena anda individu yang jauh lebih berharga?

Jadi, demikianlah 5 langkah yang dapat dilakukan untuk move-on dari mantan pacar. Putus hubungan bukanlah akhir dari dunia, melainkan awal dari hubungan baru dengan yang lainnya. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, dan mungkin saja anda akan menemukan yang terbaik setelah berpisah dengannya.

“When one door closes, another opens; but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one which has opened for us. – Alexander Graham Bell”